“Udah abiss, nih minumnya.” Bundanya menyodorkan segelas air putih kepadanya, yang langsung ia minum.

Rana mengusap tetesan air yang ada pada dagunya menggunakan punggung tangan.

“Makasih ya bunda sayang.” Rana mengusap lembut tangan bundanya.

“Iya sama-sama Rana sayang. Udah sana mandi, bunda gak betah liat kamu kaya gembel gini.”

“Ih bunda kok gitu sih? Anak sendiri dikatain gembel, terus bunda apa? emaknya gembel gitu?”

“Eh sorry bunda mah gak mandi juga tetep cantik.”

“Rana juga kalo misalnya mandi tetep aja gak cantik, kan Rana ganteng.”

“Tapi ada yang suka bilang kamu itu cantik dan bunda juga setuju sih sama dia.”

“Siapa bun?”

“Reno.”

“Reno sialan.” Rana berdecak kesal.

“Heh mulutnya.”

“Hehe maaf bun.”

“Udah sana mandi.” Bundanya mendorongnya pelan.

Sampai kamar Rana tidak langsung mandi, ia lanjut memainkan ponselnya. Ia mengabari Reno untuk tidak perlu pulang dari rumah Marka.

Reno memang dari pagi sudah ada di rumahnya Marka, katanya ada acara di sana.